News Articles

Latest News
21
Aug

Tembus Publikasi Terindeks Scopus Melalui Riset Netnografi dan Analisis Jaringan

Artikel asli dimuat di: https://www.sulselsatu.com/2020/08/21/nasional/tembus-publikasi-terindeks-scopus-ieee-melalui-riset-netnografi-dan-analisis-jaringan.html

Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Korwil Jabodetabek makin gencar mensosialisasikan penyelenggaraan ASPIKOM International Communication Conference (2nd AICCON).

Salah satunya dengan menggelar webinar yang untuk kali ketiga pada Sabtu (8/8/2020). Webinar series #3 #towards 2nd AICCON ini mengambil tema Netnografi dan Social Network Analysis: Adaptasi Menuju Artikel Terindeks Scopus=dengan dua pembicara kunci, yaitu Dr. Lidya Wati Evelina, M.M., Dosen Senior Program Studi Ilmu Komunikasi Binus University yang juga Sekretaris Aspikom Korwil Jabodetabek, Dr. Nia Sarinastiti, M.A., Dosen Senior Program Studi Ilmu Komunikasi Unika Atma Jaya, yang juga Ketua Departemen Kerja Sama Aspikom Korwil Jabodetabek dengan moderator Inco Hary Perdana, S.I.Kom., M.Si., Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Multi Media Nusantara dan Wakil Ketua Aspikom Korwil Jabodetabek.

Menurut Dr. Lidia Wati Evelina, netnografi merupakan metodologi penelitian kualitatif dan interpretatif yang mengadaptasi teknik etnografi tradisional dengan studi media sosial. “Model Riset ini bersifat partisipasi observasi online yang berusaha meng-capture perilaku komunikasi di media sosial,” terangnya.

Lidia menjelaskan tujuan riset netnografi adalah untuk menemukan budaya komunikasi komunitas virtual berbasis teknologi sehingga dari riset ini dapat menemukan gaya komunikasi, pola komunikasi, dan model komunikasi komunitas.

“Artikel dengan metode netnografi berpeluang tembus Scopus. Tema artikel, misalnya tentang “Social Media Interaction in Virtual Tribe for Effective Brand Communities Case Study on Instagram Photagrapy” ini pernah tembus Scopus,” terangnya.

Sementara itu, Dr. Nia Sarinastiti menyampaikan materi tentang pengertian jaringan sosial, dimensi, dan karakteristik jaringan sosial, analisis jaringan organisasi. Menurut Nia, dalam jaringan terdapat aktor-aktor yang saling berhubungan satu sama lain. Aktor biasa disimbolkan dengan titik dan relasi yang disimbolkan dengan garis.

“Dalam jaringan sosial juga dapat dilihat kekuatan hubungan antaraktor,” jelasnya. Nia memcontohkan riset-riset yang menggunakan Social Network Analysis, antara lain tentang jaringan global pada perubahan iklim, analisis konsumen melalui penggunaan block chain, dan lain-lain.

Selanjutnya “Melalui webinar ini diharapkan para calon penulis dapat memiliki alternative metode yang digunakan dalam penelitiannya” tutur Dr. Kiayati Yusriyah selaku Ketua Panitia pelaksana seri Webinar ini.

Rangkaian Webinar ini diselenggarakan sebagai persiapan menuju 2nd AICCON pada tanggal 8-9 Februari 2021. Harapan dari pelaksanaan rangkaian webinar ini agar dapat menjaring artikel-artikel ilmiah yang berkualitas pada 2nd AICCON dan dapat diterbitkan pada publikasi terindeks internasional. Hal ini sejalan dengan program pemerintah dalam upaya mengangkat reputasi para peneliti Indonesia melalui publikasi internasional bereputasi. (rls)

Leave a Reply